Cinta bertepuk sebelah tangan??
Hanya membuat dongkol dan perih. Yang benar saja, rasanya seperti ingin lenyap begitu saja.
Ingin melupakan, tapi orang yg pernah hadir dlm hidup kita, mana mungkin dilupakan begitu saja? Mustahil. Satu-satunya jalan ya, memaksa mengikhlaskan. Huufh... Ya, memang harus dipaksakan...
"kian sembunyi kian gemericik
hampa warisi hati tuk pergi
kilau-kilau yg tinggal
menjelmakan warna-warni
untuk sebuah rasa sayang
untuk cinta yg kuyakini
kutahu binar-binar ini tak semestinya
juga tak terbias pd hatinya
kulirik sendu bola matanya
relung-relung hatiku menjerit
ketegasan itu terukir di dalam matanya
tentang sebuah kata tidak...
dan arti bulir-bulir air mata
yg terus menggelinding di pipi
bukankah dia tak pernah mengerti
akan setiap malam yg kurenungi
bahwa setiap hari yg kuselami
hanya tentang dia..."
Kata orang cinta itu suci tak dinodai apapun. Baik penghianatan, kebohongan, dan materi sekalipun.Cinta adalah sesuatu yg hebat yg tak sepadan diterjemahkan dengan apapun.
Tapi pernahkah kamu??
Kamu mencintai seseorang, tanpa syarat apapun. Kamu mencintainya tulus, apa adanya. Bukan karena 3second di punggungnya, Mega Pro tunggangannya, atau Adidas di kakinya. Tapi dia justru menganggap cinta kita murahan, sama sekali tak mewah.
Ya, begitulah...
Kalau cinta terhalang tembok keangkuhan. Dia hanya bisa menangis. Hatinya runtuh seketika. Tak bisa disatukan lagi.
"setitik dua titik tak dapat bersuara...
serpihan hati yang terangkai memendam rasa
sedetik dua detik tak dapat berucap
sulit mengungkapkan betapa gugup mata ini berbinar
memasung rasa, membasuh benih yg terus tumbuh
perlahan kumasuki dalam oase tanpa batas
mulai kurasakan indahnya, satu demi satu
merambat sunyi hingga ujung lidah ini
akankah mampu terbuka seluruh penantianku?
mencari-cari jejak-jejak kemegahan dirinya
dia disini, dekat, terasa, dan terlihat jelas
tinggal di mata dan hati ini
terbisik keangkuhan hati untuk tetap membisu
namun sekejap luruh, menyadarkanku...
arti debaran-debarab jantungku
berpacu lebih kencang saat menatap matamu..."
Itu sedikit yg bisa aku deskripsikan tentang cinta. Sesuatu yg hebat dan agung. Yg seharusnya hanyalah milik-Nya. Maha cinta yg memberikan kita sepenuh nafas untuk meraih masa depan.
Sepenuh nyawa untuk saling menolong satu sama lain. Tapi kita telah terjebak satu hal, kita memberikan ruang gerak yg sempit pd cinta itu sendiri. Kita yg membuat pagar itu... Sadarkah...
Aku sendiri tak sadar...
Cinta... Cinta...
Sampai kapan tak memusingkanku?
Aku capek mendeskripsikanmu...
hahaha...
Sabtu, 20 Juni 2009
CINTA sequel1
Cinta itu perasaan yg indah, tak dinodai apapun. Materi, kebohongan, penghianatan, dan pengekangan sekalipun. Cinta adalah sesuatu yg sangat agung, yg sangat sulit untuk diartikan, dimengerti bahkan juga dirasakan.
Ada orang yg bilang,
cinta yg menguras banyak air mata adalah cinta yg agung.
tp benarkah itu, apa cinta yg agung itu cinta yg membuat seseorang menderita, dan kekeringan air mata... Hingga tak sanggup lagi menangis, karna telah kalah telak...
Huufh...
Cinta adalah membiarkan orang yg kita cintai bahagia bersama orang lain. Itu penyiksaan apa lagi?? Padahal, itu lebih dan sangat menyakitkan. Rasanya seperti dicampakan begitu saja. Tidak dipedulikan, dianggap hama, yg hanya butuh diberantas dan tak diberi kesejukan sama sekali.
Pernahkah merasa?
Kita mencintai seseorang dengan tulus tanpa syarat apapun. Bahkan bukan karena materinya, bukan karena Adidas di kakinya, Mega Pro tunggangannya, 3second tasnya... Tapi dia justru menganggap cinta kita murahan, dan tak patut diperjuangkan. Menyakitkan bukan? Padahal, kita berjuang sendiri untuk mencintainya. Tapi dia tak mau tau. Dia tahu, tapi pura-pura tak tahu.
"Dapatkah kau meneguk rasa pedih
yang terkandung di dalam air mataku...
Pasti kau tak bisa...
Sedangkan aku disini...
Lidahku kelu, dahiku hanya bisa berkerut
Mengartikan kekecewaan yg dalam
Air mata pun tak terbendung...
Karna hanya itu yg sanggup berbicara banyak..."
Ada orang yg bilang,
cinta yg menguras banyak air mata adalah cinta yg agung.
tp benarkah itu, apa cinta yg agung itu cinta yg membuat seseorang menderita, dan kekeringan air mata... Hingga tak sanggup lagi menangis, karna telah kalah telak...
Huufh...
Cinta adalah membiarkan orang yg kita cintai bahagia bersama orang lain. Itu penyiksaan apa lagi?? Padahal, itu lebih dan sangat menyakitkan. Rasanya seperti dicampakan begitu saja. Tidak dipedulikan, dianggap hama, yg hanya butuh diberantas dan tak diberi kesejukan sama sekali.
Pernahkah merasa?
Kita mencintai seseorang dengan tulus tanpa syarat apapun. Bahkan bukan karena materinya, bukan karena Adidas di kakinya, Mega Pro tunggangannya, 3second tasnya... Tapi dia justru menganggap cinta kita murahan, dan tak patut diperjuangkan. Menyakitkan bukan? Padahal, kita berjuang sendiri untuk mencintainya. Tapi dia tak mau tau. Dia tahu, tapi pura-pura tak tahu.
"Dapatkah kau meneguk rasa pedih
yang terkandung di dalam air mataku...
Pasti kau tak bisa...
Sedangkan aku disini...
Lidahku kelu, dahiku hanya bisa berkerut
Mengartikan kekecewaan yg dalam
Air mata pun tak terbendung...
Karna hanya itu yg sanggup berbicara banyak..."
Kamis, 18 Juni 2009
Bodohnya aku
Aku sudah sangat beruntung.
Satu minggu yang lalu, aku naik angkot ke kampus seperti biasa. Tiba-tiba di Kelud ada anak kecil, laki-laki naik. Kira-kira kelas 4 SD. Badannya gemuk, berkulit hitam.
Ada sesuatu yg aneh dari anak itu. Sikunya terluka baret-baret, salah satu jari tangannya berdarah. Dia lalu menangis di dalam angkot. Sangat nggak lazim. Aku pikir seorang anak dengan perawakan seperti dia nggak akan menangis. Tapi dia menangis, air matanya mengalir deras.
Aku sempat mendengarnya menyebut-nyebut nama seseorang, seperti
"Bapak, bapak..."
Huufh... Entahlah, aku hanya mengira-ngira...
Waktu terus berjalan, aku ingin menegur adek itu. Tapi aku takut dia hanya diam, karena tak ingin dicampuri. Beberapa saat kemudian, adek itu berkata pada sopir angkot," Kariadi kiri, pak!" Angkot berhenti, adek itu pun turun dari angkot. Aku menatapnya miris, tak sengaja air mataku jatuh setitik di ujung mata. Aku benar-benar nggak tega melihatnya. Tatapan adek itu dalam dan menyedihkan.
Ada sesuatu yg dialaminya.
Aku tahu itu.
Sungguh ya Allah, aku bersyukur dengan apa yang ada padaku sekarang. Kadang aku menangisi hal-hal yg tidak penting. Patah hati lah, apalah, semua tentang cinta...
Tapi, diluar sana masih banyak orang yg menangisi tragedi kehidupan yg lebih memilukan...
Pelajaran berharga, untuk orang yg cengeng ini...
Satu minggu yang lalu, aku naik angkot ke kampus seperti biasa. Tiba-tiba di Kelud ada anak kecil, laki-laki naik. Kira-kira kelas 4 SD. Badannya gemuk, berkulit hitam.
Ada sesuatu yg aneh dari anak itu. Sikunya terluka baret-baret, salah satu jari tangannya berdarah. Dia lalu menangis di dalam angkot. Sangat nggak lazim. Aku pikir seorang anak dengan perawakan seperti dia nggak akan menangis. Tapi dia menangis, air matanya mengalir deras.
Aku sempat mendengarnya menyebut-nyebut nama seseorang, seperti
"Bapak, bapak..."
Huufh... Entahlah, aku hanya mengira-ngira...
Waktu terus berjalan, aku ingin menegur adek itu. Tapi aku takut dia hanya diam, karena tak ingin dicampuri. Beberapa saat kemudian, adek itu berkata pada sopir angkot," Kariadi kiri, pak!" Angkot berhenti, adek itu pun turun dari angkot. Aku menatapnya miris, tak sengaja air mataku jatuh setitik di ujung mata. Aku benar-benar nggak tega melihatnya. Tatapan adek itu dalam dan menyedihkan.
Ada sesuatu yg dialaminya.
Aku tahu itu.
Sungguh ya Allah, aku bersyukur dengan apa yang ada padaku sekarang. Kadang aku menangisi hal-hal yg tidak penting. Patah hati lah, apalah, semua tentang cinta...
Tapi, diluar sana masih banyak orang yg menangisi tragedi kehidupan yg lebih memilukan...
Pelajaran berharga, untuk orang yg cengeng ini...
Hari ini... nangis nggak nangis nggak ya?
Sepertinya akan ada dilema lagi, setelah beribu-ribu dilema kulalui, dan itu...
Aku tidak ingin semuanya terjadi lagi. Semuanya sudah cukup.
Saat semua terbang
Aku sudah rela
Saat datang kembali
Aku sungguh tidak menginginkannya
Kalau begini...
Lebih baik amnesia saja...
Aku tidak ingin semuanya terjadi lagi. Semuanya sudah cukup.
Saat semua terbang
Aku sudah rela
Saat datang kembali
Aku sungguh tidak menginginkannya
Kalau begini...
Lebih baik amnesia saja...
Langganan:
Postingan (Atom)