Aku sudah sangat beruntung.
Satu minggu yang lalu, aku naik angkot ke kampus seperti biasa. Tiba-tiba di Kelud ada anak kecil, laki-laki naik. Kira-kira kelas 4 SD. Badannya gemuk, berkulit hitam.
Ada sesuatu yg aneh dari anak itu. Sikunya terluka baret-baret, salah satu jari tangannya berdarah. Dia lalu menangis di dalam angkot. Sangat nggak lazim. Aku pikir seorang anak dengan perawakan seperti dia nggak akan menangis. Tapi dia menangis, air matanya mengalir deras.
Aku sempat mendengarnya menyebut-nyebut nama seseorang, seperti
"Bapak, bapak..."
Huufh... Entahlah, aku hanya mengira-ngira...
Waktu terus berjalan, aku ingin menegur adek itu. Tapi aku takut dia hanya diam, karena tak ingin dicampuri. Beberapa saat kemudian, adek itu berkata pada sopir angkot," Kariadi kiri, pak!" Angkot berhenti, adek itu pun turun dari angkot. Aku menatapnya miris, tak sengaja air mataku jatuh setitik di ujung mata. Aku benar-benar nggak tega melihatnya. Tatapan adek itu dalam dan menyedihkan.
Ada sesuatu yg dialaminya.
Aku tahu itu.
Sungguh ya Allah, aku bersyukur dengan apa yang ada padaku sekarang. Kadang aku menangisi hal-hal yg tidak penting. Patah hati lah, apalah, semua tentang cinta...
Tapi, diluar sana masih banyak orang yg menangisi tragedi kehidupan yg lebih memilukan...
Pelajaran berharga, untuk orang yg cengeng ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
kalo kamu suka sama isi blog aku...
di-comment yaaa...
=D