Senin, 05 Desember 2011

GLOBAL WARMING IS OUR MISTAKE!!


Guys, global warming semakin mendunia ya, jadi topik dimana-mana. Sampai-sampai ada hari lingkungan hidup sedunia and hari anti global warming. Sebenarnya nggak perlu muluk-muluk ya buat merealisasikan 'anti global warming' itu sendiri. Nggak perlu dengan naik gunung, gerakan tanam pohon atau semacamnya. Kita bisa melakukan hal-hal yang lebih simpel dari itu, yang kadang suka terlupakan. Kita sendiri sebagai anak muda harus ikut berpartisipasi. Jangan bangga hanya dengan mengikuti organisasi pecinta alam, karena belum tentu kontribusi itu bermanfaat bagi alam juga. Ini penting banget ya, mengingat banyak anak-anak muda yang berlomba-lomba naik gunung tapi mereka nggak ngerti konsep cinta alam itu sendiri. Mereka justru berpesta foya di gunung, bahkan buang sampah sembarangan dan buang puntung rokok sembarangan yang akhirnya justru memancing kebakaran. See? Betapa salahnya konsep cinta alam yang ada sekarang ini.

Sebenernya nggak salah sih mau mendaki gunung lewati lembah atau apapun itu oke oke aja. Tapi ada kan hal-hal yang lebih penting dari itu yang justru sangat membantu mengurangi efek global warming. Contohnya nih, naik angkot. Bingung banget ya, kenapa di Indonesia orang-orang lebih suka naik motor. Padahal di luar negeri aja orang-orang berdasi pada jalan kaki dan naik transportasi umum. Bukan salah masyarakat juga sih ya, pemerintah juga kurang mengatur area untuk pedestrian. Pedestrian di Indonesia ini memang nggak dihargai sih, ibaratnya di 'anak tiri'kan. Trotoar yang seharusnya adalah tempat bagi pedestrian justru digunakan pedagang kaki lima untuk berdagang. Tapi sampai kapan sih kita menyalahkan pemerintah dalam hal global warming. Toh, sumber permasalahan juga berasal dari kita kan. Kita yang egois selalu menggunakan kendaraan pribadi.

Intinya sih, kita sebenarnya kita nggak perlu capek-capek tanam pohon atau naik gunung segala, karena dengan mengunakan transportasi umum aja kita sudah sangat membantu mengurangi global warming. Coba kita pikir satu angkot aja bisa diisi sekitar 12 orang itu artinya setara dengan 6 motor. Itu artinya kita bisa mengurangi emisi gas dengan naik transportasi umum. Mungkin kita bisa beralasan kalau angkot jalannya lemot, suka ngetem dan lain lain. Tapi coba pikir lagi, angkot itu nggak akan ngetem lama kalau penumpangnya banyak. Sementara orang-orang jaman sekarang ini lebih suka naik motor ketimbang naik angkot. Sadar kan sekarang kalau semua ini salah kita??

Nah, temen-temen coba kita bandingkan kondisi kita dengan di luar negeri. Mereka saja yang orangnya hebat-hebat nggak malu kok untuk naik bis dan jalan kaki.

Trotoar di Indonesia                                                    













Trotoar di Jepang


New York Street                                                           









Jalanan di Indonesia

Sebenernya kita nggak punya alasan untuk menyalahkan pemerintah akan kondisi transportasi dan trotoar yang memprihatinkan saat ini. Kita sendiri yang selama berpuluh-puluh tahun mengabaikan fasilitas itu dan memilih menggunakan kendaraan pribadi. Jadi jangan salahkan pemerintah jika fasilitas yang ada untuk pedestrian saat ini sangat memprihatinkan. Tapi percayalah bahwa sejalannya waktu, pemerintah akan memperbaiki semuanya, namun sejalan dengan kembalinya para pedestrian. Untuk apa fasilitas pedestrian diperindah namun penggunanya saja lenyap, memilih untuk memadati jalan raya dengan motor.

Ayo teman-teman, yang mengaku pecinta alam, yang mengaku cinta lingkungan, tinggalkan motor dan mobil kalian! Mari kita naik transportasi umum rame-rame...^^


Regards,

Indah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kalo kamu suka sama isi blog aku...
di-comment yaaa...

=D